Thursday, July 21, 2011

Rumah si Pitung

Rumah Si Pitung sudah ditetapkan Pemprov. DKI (tahun 1992) sebagai cagar budaya, terletak di daerah Marunda Pulo, Cilincing, Jakarta Utara. Rumah ini cukup mencolok dibanding rumah nelayan lainnya, karena diberi cat merah & pagar bertuliskan "Cagar Budaya Pemda DKI Jakarta". Bentuk asli rumah ini bukan seperti sekarang ini. Rumah panggung milik nelayan sero, H. Syafiuddin yang juga pendiri Masjid Al-Alam, ditopang tiang setinggi 2 meter sebanyak 40 buah dengan lantai papan kayu jati.

Rumah ini memiliki ukuran 15x5 M. JIka air pasang, pekarangan dan bagian kolong rumah tergenang air laut hingga 50 cm. Rumah ini awalnya tidak seperti sekarang, memiliki 3 kamar namun kemudian dibongkar sehingga tinggal 1 kamar.Nama sebelumnya rumah ini adalah Rumah Tinggi Marunda sebelum kemudian berubah menjdai Langgar Tinggi dan lalu Rumah Si Pitung.

Bagi masyarakat Marunda, sejarah si Pitung makin dikenal setelah Pemprov. DKI Jakarta membangun kembali rumah di lahan bekas milik Syafiuddin ini. Konon, si Pitung sebenarnya tidak menetap di Marunda. Anak bungsu dari 4 bersaudara yang menjadi Jawara Betawi ini adalah warga Rawa Belong. Di kalangan masyarakat Betawi si Pitung adalah pahlawan walaupun ia dicap sebagai penjahat dan maling oleh orang2 kaya, tuan tanah dan kompeni.

Dalam legenda, si Pitung memiliki ilmu bisa menghilang, dibuktikan saat Schout van Hinn, petugas Belanda yang mencari nya. sangat jelas pada waktu itu si Pitung masuk ke samping rumah ini, namun saat dihampiri si Pitung tidak ada disana.

Berikut ini adalah pemandangan Rumah si Pitung pada jaman dahulu kala :


Dan ini tampak depan Rumah si Pitung sekarang :

Suasana dalam rumah si Pitung, dan ruangan-ruangannya :






Tampak belakang Rumah si Pitung dengan tanda yang masih baru

No comments:

Post a Comment